REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( RPL )
Sering terjadinya kegagalan proyek pengembangan software adalah dikarenakan lemahnya pembuatan estimasi biaya dan perencanaan proyek. Oleh karena itu jika penggunaan model estimasi biaya proyek yang digunakan di Indonesia tidak sesuai dengan keadaan dan fakta sebenarnya maka akan mempunyai kecenderungan terjadinya kegagalan proyek pengembangan software cukup besar, atau pengembang software sering membuat kriteria keberhasilan proyek yang salah. Selama ini perhitungan perkiraan biaya dalam pengembangan software di Indonesia belum ada acuan standard dalam menghitung usaha dan biayanya. Acuan yang dipakai masih menggunakan standard dari luar negeri (misal COCOMO, FP Albrecht dll) yang belum tentu sesuai dengan kondisi di Indonesia, karena model-model estimasi tersebut dikembangkan dengan data-data software house yang ada di luar negri. Tidak adanya standard dalam membuat estimasi biaya proyek software juga memyebabkan adanya ketimpangan hasil estimasi biaya proyek pengembangan software satu instansi dengan instansi yang lain, sebagai contoh proyek pembuatan website suatu instansi pemerintah yang dikerjakan oleh software house di Bali biayanya sekitar Rp.1 M, sedangkan jika dikerjakan oleh software house lain hanya berkisar puluhan juta rupiah. Disamping itu alat bantu managemen proyek yang sering dipakai saat ini adalah Microsoft Project, tetapi dalam Microsoft Project tersebut tidak tersedia fasilitas untuk membuat estimasi biaya ataupun usaha proyek software padahal tahapan estimasi merupakan tahapan penting dalam managemen proyek oleh karena itu penelitian ini sangat penting untuk dapat membantu manager dalam membuat estimasi biaya suatu proyek software.
Suatu proyek yang sukses didefinisikan sebagai system yang selesai tepat pada waktunya dan sesuai dengan anggaran serta sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Oleh karena itu perlu menentukan target atau sasaran yang diperlukan untuk menguji output dari system. Sasaran yang ditentukan haruslah dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan sehingga estimasi yang realistik merupakan tugas penting dari pimpinan proyek. Estimasi usaha dan estimasi ukuran pekerjaan diperlukan untuk mengembangkan system sehingga dapat mengarahkan apa yang diinginkan pengguna dalam melaksanakan perkerjaan yang sukar, yang diakibatkan oleh sifat alamiah software yaitu kompleksitas dan ketidaknampakannya serta tingkat fleksibilitas software sehingga mempunyai tingkat perubahan yang tinggi.
Estimasi biaya dan usaha proyek merupakan suatu kegiatan pengaturan sumber daya dalam mencapai tujuan dan sasaran dari proyek, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan tahapan dan target yang dikehendaki. Dalam usaha estimasi sering menghadapi dua permasalahan yaitu over-estimates dan under-estimates. Over-estimates (estimasi berlebihan) akan menimbulkan penambahan alokasi sumberdaya dari yang dibutuhkan sehingga akan meningkatkan penanganan managerial. Sedangkan estimasi yang kurang (under-estimates) akan mengurangi kualitas dari produk karena tidak sesuai dengan standar. Untuk itu perlu dilakukan langkah yang hati hati dalam melakukan estimasi suatu proyek software sehingga dapat dicapai keberhasilan proyek yaitu tepat waktu, sesuai budget dan terpenuhinya standar kualitas produk.
Seperti telah dijelaskan di atas estimasi merupakan tugas yang sukar tetapi harus dilaksanakan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi estimasi adalah:
1. Kekhususan aplikasi dari software, pada rekayasa proyek tradisional, estimasi dapat dilakukan berdasarkan pada pengalaman masa lalu tetapi kebanyakan software proyek adalah unik sehingga masing-masing mempunyai tingkat ketidakpastian sendiri-sendiri.
2. Perubahan teknologi, dunia teknologi informasi sangatlah labil, sehingga teknologi berubah setiap hari, menyebabkan pelaksanaan estimasi menjadi lebih sukar. Estimasi merupakan proses untuk belajar dari pengalaman tetapi dengan teknologi yang berubah maka pengalaman menjadi berkurang terhadap suatu teknologi sehingga tindakan estimasi seperti sebuah permainan dalam games.
Proyek software merupakan suatu kegiatan yang menghasilkan produk-produk yang bersifat abstrak dan komplek karena berkaitan dengan gagasan dari setiap individu pelaksana proyek tersebut, sehingga dalam melakukan estimasi biaya proyek pengembangan software sering terjadi perbedaan hasil estimasi yang sangat besar antara satu pengembang dengan pengembang lainnya. Hal ini dikarenakan belum tersedianya standard estimasi dan ukuran standard yang digunakan untuk membuat estimasi proyek software. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu standard estimasi dan standard ukuran produk dan proses pengembangan proyek software.
Manajemen proyek perangkat lunak merupakan bagian yang penting dalam pembangunan perangkat lunak. Sekalipun tidak bersifat teknis seperti pengkodean, hal-hal dalam manajemen proyek PL ini mampu menentukan apakah proyek akan berjalan dengan baik sehingga menghasilkan produk yang baik. Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen PL adalah :
– pengelolaan personel dan koordinasi tim
– masalah (problem)
– proses
Manajemen proyek perangkat lunak mengatur 4 hal penting :
– Personel
– Masalah (problem) à berkaitan dengan Produk
– proses dan
– Proyek à tambahan (tapi sangat penting)
Empat hal ini berurutan mulai dari yang paling penting. Personel mendapat tempat paling penting karena tanpa personel yang baik dan tepat maka 3 hal lain tidak bisa berjalan dengan baik.
Proses pembangunan PL melibatkan banyak personel dan dikategorikan dalam 5 kategori :
– manajer senior : yang menentukan usaha yang dikerjakan, dan pemegang keputusan dalam proyek.
– manajer proyek (teknis)– pemimpin tim: yang membuat rencana, memotivasi, mengatur dan mengendalikan praktisi yang mengerjakan PL
– praktisi : yang mengerjakan PL
– klien : yang menentukan kebutuhan PL dan pihak lain yang berkaitan dengan hasil produk
– pengguna PL : yang berinteraksi langsung dengan PL yang dibangun.
Pemimpin Tim PL disini adalah manager proyek. Seorang pemimpin tim diharuskan mempunyai ketrampilan memimpin yang cukup. Seseorang tidak menjadi pemimpin tim secara kebetulan tapi sungguh-sungguh karena punya kemampuan. Kemampuan yang dibutuhkan dalam kepemimpinan seperti
1. mampu berorganisasi
2. mampu mendorong keluarnya ide-ide baru
3. mencari penyelesaian masalah (problem solvingmampu memotivasi)
4. mampu menjadi manajer
5. mampu menghargai kerja
6. mampu mengenali tim
Analisis Masalah
“Sebuah perusahaan datang ke sebuah software house atau proyek manager, dimana ia ingin membangun sebuah aplikasi untuk membantu kelancaran proses pada perusahaannya, software house tersebut kemudian merinci proses apa saja yang akan terjadi, tetapi berapa lama dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk membangun aplikasi tersebut ?”
Sepenggal cerita diatas bisa menjadi gambaran yang mungkin terjadi ketika sebuah software house atau proyek manager mendapatkan sebuah tugas untuk membangun sebuah aplikasi. Perkiraan awal terhadap berapa lama dan berapa besar biaya yang akan dikeluarkan untuk membangun sebuah aplikasi sangatlah penting. Informasi tersebut bisa saja didapatkan melalui perkiraan pada pengalaman sebelumnya, ataupun dengan metode-metode estimasi yang sudah ada. Tapi bagaimana jika seandainya metode-metode tersebut dirangkum ke dalam sebuah aplikasi analisis.
Dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan perpaduan pengetahuan dari dunia komputer, hal itu tidak sulit untuk diwujudkan. Dimana dengan menerapkan metode-metode tersebut ke dalam sebuah aplikasi sebagai perkiraan awal untuk memperkirakan usaha dan biaya yang diperlukan dalam membangun sebuah aplikasi.
Aplikasi yang ingin kami hasilkan ini akan kami beri nama MAT Estimation, dimana analisis proses yang ada pada sistem MAT Estimation ini dibagi menjadi 4 bagian, yaitu proses estimasi pada MAT Use Case Point Diagram, proses estimasi pada MAT Use Case Point, proses estimasi pada MAT Class Diagram, dan proses estimasi pada MAT Function Point.
TUGAS REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( RPL )
MANAGEMENT SOFTWARE PROJECT
Tugas ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Rekayasa perangkat Lunak
Disusun Oleh :
Agung Medianto
Asep Muharam
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT
(STTG)
2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
Kuis RPL
ESTIMASI TOTAL BIAYA PROYEK (Rekayasa Perangkat Lunak)
Boleh nggak d share sumber nya? Thank you.
Posting Komentar